Chapter 6
***
Akhirnya…acara Festival Dorama musim panas akan
dimulai hari ini, hari Jum’at. Indahnya bunga sakura dan daun pohon ceri yang
meramaikan setiap dahan-dahan pohonnya, berkilauan terkena sinar matahari pagi
hari. Sehingga terasa sejuk dan fresh ketika terhirup bersamaan dengan oksigen
disekitarnya. Gedung 1000 years ramai dikerubungi oleh 1000 siswa yang akan
berperan aktiv diacara tersebut. Semuanya telah memakai kostum sesuai karakter
horor pilihan mereka. Dan ada diantaranya yang menggunakan karakter kostum
barbie okiku, barbie Licca chan dan barbie annabel yang tentunya mereka berasal
dari suatu komunitas barbie paling mesteri dan paling menyedihkan disekolah.
Tapi selain itu tentunya ada yang lebih keren
dari itu siap lagi kalau bukan Azuki dan Hanase yang masing-masing menggunakan
karakter The Green Goblin dan Ratu Harionago. But…apa
yang terjadi pada wajahnya Azuki? Foundation apa yang ia pakai?
“Ah…Shinichi?
Bagaimana penampilanku hari ini? Apa terlihat kakkoi. Mizumi yang memake-upku.”
Tampang innocent yang ia pasang sontak membuat Shinichi yang sedang mereview daftar
nama-nama siswa 2-B dibawah pohon cemara sempat terkejut dan nyaris berteriak
kemudian berlari lepas menjauh dari dua makhluk bumi jadi-jadian itu.
Dengan
sedikit gemetar Shinichi bertanya-tanya sambil membelalakan kedua bola mata
indahnya.
“..A..Azuki..wajahmu
kenapa kotor sekali? seperti korban mal praktek operasi plastik yang tersebar
di internet.”
“Hhhh..-____-.
Sepertinya Shinichi tidak tahu goblin. Dan ini akibat Mizumi mancampurkan
serbuk-serbuk aneh dengan foundationnyaaa.. aku tidak terimaaaa… ”Azuki
merengek sambil berteriak tepat sekali dihadapan cerobong telinga kanan Mizumi.
“Berisik,
bodoh. Kau bisa merusak pendengaranku!” Mizumi memukul tengkuk leher Azuki
hingga Azuki terjatuh ketanah.
“I..Itai..”
Azuki merasa kesakitan hingga ia tak mampu berdiri.
“Jam 8 tepat acara akan segera dimulai,
sebaiknya kita segera berkumpul dilapangan.” Shinichi menyegerakan Hanase serta
Azuki untuk berkumpul dilapangan.
“Ayo…” Hanase pergi tanpa menghiraukan Azuki
yang mengerang kesakitan. Masa bodoh!
Setelah semuanya berkumpul diarea lapangan
basket yang cukup megah dengan dihiasi hiasan seperti lampu-lampu kecil
berwarna-warni untuk melengkapi keramaian dekorasi panggung. Serta beberapa
hiasan dari bunga sakura berbahan plastik berwarna merah muda dan putih
mempercantik background panggung tersebut.
Pukul 08:00.
Presdir
Hyun Ra segera menaiki panggung untuk memberikan sambutan terlebih dahulu
disertai dengan riuh tepuk tangan dari para siswa 1000 years. Presdis Hyun Ra
memang cukup handal dalam mengelola sekolah 1000 years. Bangunan sekolah yang sudah
direnovasi itu berkat usaha Presdir Hyun Ra. Tapi tunggu…Merasa ada yang aneh..
Ya Tuhan…itu seperti bukan Presdir Hyun Ra, ia
mengganti cat rambutnya warna blonde sehingga ia terlihat berbeda sekali.
Seperti Ratu Elizabeth? Tidak itu takan pernah terjadi. Dan, potongan rambut
apa itu? Oh rupanya Presdir memanjangkan rambutnya juga..Di Curly? hingga
melambai-lambai setengah punggung apa ia ingin meniru Rapunzel? Mungkin saja.
Ia memakai baju kimono berwarna merah dengan
corak bunga-bunga kecil berwarna merah muda dan putih dan obi berwarna putih
tak lupa juga dilengkapi dengan alas kakinya yang disebut zori.. Ia hanya
memakai aksesoris sederhana dirambutnya yaitu memakai pita berwarna putih
dengan kombinasi merah muda lagi, kenyataannya Presdir memang menyukai warna
merah muda. Bahkan ruangan pribadinya pun dicat dengan warna merah muda, ia
juga menyukai hello kitty oleh sebab itu hari ini ia memake-up wajahnya yang
rupawan sekawaii hello kitty. Ia jadi terlihat lebih muda daripada hari-hari
biasa ketika disekolah. Wajar saja semua itu ia lakukan karena dia barusaja
jalan-jalan ke London. Ia memang mudah terjerumus pada segala kebudayaan yang
pernah ia temui didunia.
“Ohayoo
Gozaimasu 1000 years high school Seitora. Kabar kalian semua baik bukan?!
Yah..aku sangat sangat merindukan kalian setelah seminggu lamanya aku pergi ke
London, aku takan lupa untuk menceritakannya pada kalian tentunya dilain waktu,
ok. Hari ini aku
bahagia sekali bisa menyaksikan acara Festival dorama musim panas yang diadakan
setiap tahun disekolah kita. Harapanku
adalah…Tampilkanlah yang terbaik untuk menjadi pemenang ok. Are you with me
student?”
“Haiii…..”
“Terimakasih..”
Presdir Hyun Ra telah mengakhiri sambutannya dan turun meninggalkan panggung.
Sambutan dilanjutkan oleh seorang wakil kepala
sekolah yaitu Tuan Hanauri Ooya. Ia memaparkan aturan-aturan dalam pementasan nanti serta kriteria
penilaian juri. Dan diakhir sambutan ia menginformasikan bahwa para koordinator
harus mendaftarkan ulang kelasnya.
***
#panitiapendaftaran
Youja
baru saja tiba dilokasi, ia memang selalu tak bisa tepat waktu. Bahkan disaat
penting seperti itu ia sempat menggoda Rie yang sedang dalam keseriusannya. Tapi sejujurnya Youja merasa
terpesona melihat penampilan Rie sedikit berbeda. Rambut panjangnya ia
urai…Kawaii ne..terlihat jelas sosok seorang Ratu kegelapan duduk berdampingan
dengan musuh besarnya. Begitu akrabnya.
“Ohayoo,
Rie-chan !” Ugh! Sok manis sekali dia. Menggelikan !
"Onegai shimasu, Rie-chan ^^” Aish…Rie tak sudi sekali melihat wajahnya,
nampak busuk, munafik.
Youja segera duduk dikursi disamping Rie.
Mereka terlihat seperti panitia, memang benar mereka sedang bertugas menjadi
panitia pendaftaran.
“Kau yakin semuanya sudah terdata Marie?” Dua
orang siswa kelas 3-A hendak melakukan pendaftaran ulang pada panitia namun
ketika mereka melihat siapakah panitianya? Saikou Rie.
“Eh? Bagaimana bisa Si gadis Wolf Girl itu
menjadi panitia pendaftaran? Bersama Youja Nagata? Apa yakin pihak panitia
menunjuk dirinya? Apa mereka tidak takut gadis itu akan melukai peserta
disini?” Tsk!...Menyakitkan mendengar
celotehan yang begitu pedas sekali.
“Tak perlu banyak bicara. Cepat berikan format
itu!” Wae?? Youja membela Rie? Apa hanya sekedar mencari perhatian Rie?
“What? Ia membelanya?” seorang temannyapun
merasa heran.
“Alangkah baiknya jika kalian tidak berdiri
lama-lama disini.” ‘Krek’ satu kalimat Youja berhasil mengusir mereka.
“Bagus
sekali kau tidak mempedulikan mereka. Reaksi yang patut dicontoh.”. Terserah
apa yang mau Youja katakan, yang jelas Rie tidak ingin siapapun mengganggu
konsentrasinya.
Anginnya terasa sepoi-sepoi, dan mampu
mengombang-ambing daun-daun dan bunga-bunga yang sedang bermekaran disekitar
mereka. Rambut panjang yang berwarna coklat nan takjub dipandang mata milik Rie
pun ikut menjuntai hingga wajahnya tertutupi, hanya batang hidungnya yang
nampak. Ketika itu Youja tanpa sengaja meliuk kearah Rie dan ia sedikit
terguncang, sungguh…harum nian rambut Rie..
Sampo
apa yang ia pakai sehingga wanginya begitu semerbak mendamaikan arus angin.
Sehingga Youja kesulitan untuk menatap dan melihat wajahnya untuk dia ajak
bicara. Tapi karena sikapnya yang selalu dingin ia menjadi lebih mirip sadako,
meski ia tidak pakai kostum horor ia sudah terlihat menyeramkan. Semua orangpun
menjadi takut menjadi mangsanya.
Dengan
refleksnya ia menyibakkan rambut Rie yang menutupi wajahnya dengan pelan. ‘’Ya
Tuhan…Dia…cantik sekali, belum pernah aku melihatnya sesempurna ini.’’
Youja
sempat bergumam dalam hati. Shinichi pun terperanjat ketika ia akan menuju tempat pendaftaran. Ia
melihat jelas lengan Youja meraba rambut indah Rie dan belum juga
melepaskannya. Deg…Deg…Deg… Jantung Shinichi tiba-tiba saja berdegup kencang
dengan kecepatan 150 km/detik.
Dengan secepat kilat Rie menyadarinya. Dan…
‘Ctakk!’
“Apa
yang kau lakukan? Jangan berani macam-macam, disini kita sedang bertugas!”
Waaaa…Rie menangkis pergelangan tangan Youja hingga Youja meringis kesakitan.
Shinichipun terkekeh melihat adegan tragis itu. Kini jantungnya kembali normal.
Dan ia melanjutkan langkahnya menuju pendaftaran.
“Ini,
Saiko.” Shinichi menyerahkan mapnya pada Rie, namun belum sempat Rie
mengambilnya, Youja yang meraihnya duluan.
“Yak..sudah
cukup Shinichi.” Hee? Memang
siapa yang mengajak Youja berbicara. Tidak ada kan? Ia memang terlalu percaya
diri.
“Aku ingin kau melihat pertunjukkan kelas kita
Saikou.” Shinichi sempat meminta permohonan kecil pada Rie. Tak
tanggung-tanggung rie pun mengangguk. Yak hanya mengangguk. Bilapun ada yang
lain pasti menggeleng.
Shinichi tersenyum kearah Rie tanpa Rie
mengetahuinya karena ia masih terlalu fokus pada pekerjaannya. Shinichi
berbalik dan beranjak darisana.
“Rie…apa kau membenci Shinichi?” Tsk! Lagi-lagi Youja mengajukan
pertanyaan yang tak begitu penting.
“Jangan mengganggu konsentrasiku.” Duuuarrr….Rasakan kau Youja. Ungkapan
itu membuat Youja akhirnya berhenti bicara.
***
“Ya, saudara-saudara kita lanjut penampilan
berikutnya dari kelas 2-B. beri tepuk tangan yang meriah…” Kini giliran kelas
2-B untuk tampil memerankan dorama.
Mereka terdiri dari Azuki, Hanase, Ashega, Kao,
Tanaka, Yoo, Ibuki, Haru, Jinki, dan Miuri. Tim mereka mengambil judul Green
Goblin pemangsa Harionago. Yang membuat skenario sendiri adalah Shinichi. Ia
sangat pintar mengarang karna sastra merupakan study favoritnya. Cerita seekor goblin bertarung melawan kerajaan O-bake yang
dikepalai oleh Ratu Harionago si wanita dengan rambut berduri. Ia memiliki 7 prajurit dari jelmaan
hewan melata yaitu laba-laba merangkak.
Peran Azuki, Hanase maupun yang lainnya sangat
perfect sekali. Semua penonton dan
juripun merasa terkagum-kagum melihat aksi mereka.
Karakter yang mereka improvisasi sangat
benar-benar berbeda dengan aslinya. Mereka benar-benar-siswa yang kreativ dalam
seni. Tentu saja mereka mengikuti club teater, yang pada kenyataannya mereka
sudah amat terlatih.
Riuh
tepuk tangan para penonton meramaikan gedung tersebut. Semuanya sangat amat
terhibur dengan performance mereka.
“Success…Kerja
bagus teman-teman..! kalian sangat amazing. Haha kalian membuatku bangga.” Shinichipun merasa sangat puas. Tak
habis-habisnya ia mengucapkan selamat dan bersalaman pada Azuki dan yang
lainnya.
“Ini berkat kerjasama kita semua Shinichi. Arigatou.” Ungkap Azuki seraya
tersenyum pada Shinichi. Senyum kebahagiaan tentunya.
Tapi sedari tadi ia tidak melihat penampakan
Rie. Rie tidak muncul sama sekali bahkan mungkin ia tidak menyaksikan
pertunjukan kelasnya.
Shinichi terus bertanya-tanya kemanakah Rie. Ia
ingin melihat Rie merasa takjub dan setidaknya punya rasa apresiasi pada
teman-temannya. Shinichi benar-benar merasa curiga, heran. Sebenarnya apa yang
menyebabkan Rie bersikap apatis seperti itu. Shinichi merasa tidak yakin kalau
itu karakter Rie yang sebenarnya. Ia harus bertindak dan melakukan sesuatu.
Tapi apa? Kepada siapa ia harus mengadu?
***
#pulangsekolah
Saikou Rie berjalan sangat terburu-buru, memang
jam berapa sekarang? Jam 15:00 masih sangat siang untuk pulang kerumah. Kenapa
Rie selalu pergi dengan tergesa-gesa ketika pukul 3 sore? Untuk membayar hutang
penasarannya Hanase berlari mengejar Rie dengan tujuan ia juga ingin mengajak
Rie pulang bersama.
“Rie-chan…chotto..Rie-chan…”
Sekarang Hanase berada
menghadap padanya.
“…Ya tuhan…Cepat sekali kau berjalan? Hingga aku kewalahan mengejarmu.”
“Nani?”
“Um…Apa
kau punya waktu untuk pulang bersamaku? Sekali saja Rie-chan. Aku mohon.”
Hanase sedikit merengek pada Rie. Ia memang sangat ingin sekali pulang bersama
Rie, belanja bersama Rie, belajar bersama Rie hingga melakukan hal-hal kecil
bersama dengan Rie. Tapi semua itu terasa sulit sekali untuk didapatkan.
“Aku
ada urusan yang sangat penting.” Lagi-lagi Rie juga menolak ajakan Hanase dan insiden ini tidak jauh
berbeda dengan yang dialami oleh Shinichi.
“….Baiklah. aku rasa lain waktu saja. Jaa ne
Rie-chan.” Hanase membiarkan Rie pergi meninggalkannya. Ia sungguh merasa sakit
hati. Lalu Shinichi tiba-tiba saja sudah berdiri disamping Hanase.
“Aku juga pernah mengalami hal yang sama
denganmu Hanase. Kau cukup tegar bukan?”
“Um!
Tuhan tak sayang padaku.” Hanase hanya mengangguk sedih.
“Aku
akan mencoba mengungkap rahasia dibalik sikap Saikou selama ini. Jujur, aku
merasa itu bukan sifat aslinya Saikou. Aku tahu ia bukan wanita sekejam itu.”
“Eh?
Shinichi? Kau tidak mempercayai Rie-chan?”
“Hmh…Aku
rasa begitu. Aku akan mengunjungi rumahnya dan menanyakan yang sebenarnya pada
Lee. Aku yakin ini adalah sebuah masalah.” Pendapat yang sangat efektif sekali.
“Kau percaya padaku kan Hanase? Aku akan
memberitahumu dan juga Azuki setelah aku berhasil menemukan jalan keluarnya.
Dan kau juga ingin menjadi teman baik Saikou kan?...Ayo kita lakukan!” Sebuah keputusan yang sangat cemerlang. Kekarismaan Shinichi memang
tak tertandingi.
Shinichi memutuskan untuk pergi menemui Lee
sendirian. Ia tidak mengajak kedua temannya karena ia tidak ingin melibatkan
banyak orang yang akan membebani nantinya.
***
#rumahSaikouRie
‘tok…tok…tok..’
Lee
yang membukakan pintunya. Kebetulan ia hari ini hanya bekerja setengah hari. Dan Lee mempersilakan
Shinichi masuk dan duduk disofanya yang empuk. Beberapa menit ia membuatkan
minum untuk Shinichi. Dan Shinichi meneguknya perlahan-lahan hingga tersisa
setengah. Rupanya ia dehidrasi setelah sekian lama berjalan dari sekolah menuju
rumah Rie. Tapi beruntung Rie belum tiba dirumah.
“Ada apa Shinichi? Kau tiba-tiba saja mendadak
kemari. Kau ingin bertemu Rie kah? Ia kebetulan belum
pulang. Apakah ia pergi seminar?!”
Ck!
“Seminar?
Seminar apa yang kau maksud Lee?”
“Ah ya…Rie mengikuti pelatihan semacam multimedia
bersama para editor yang mahir di Shibuya.”
“Jadi…ia
pergi kesana?! Hanya seorang diri? Kau tidak ikut?”
“Hah…Itu sama sekali bukan hobby ku.”
“Naruhodo…”
Lee
meletakkan setoples selai strawberry dan dua buah roti tawar berukuran sedang.
Ia ingin membuat roti sandwich untuk Shinichi. Lee memang sangat suka roti
sandwich dengan berbagai rasa. Jadi Shinichi sudah tidak merasa aneh lagi.
“Yak…Ada
perlu apa kau datang kemari jika bukan untuk menemui Rie?” Lee melahap roti
sandwich yang barusan ia buat untuk dirinya.
“Etto…sebelumnya
aku ingin meminta maaf karena mungkin kedatanganku kemari dengan niat yang
kurang sopan.”
Lee
menghentikan acara makannya seketika. Ia terkejut dengan pertanyaan Shinichi.
“Memang
apa yang ingin kau tanyakan padaku?”
“Ini
mengenai Saikou.”
“..?
apa yang terjadi pada Yeoboku? Apa seseorang melukainya atau menerkamnya?”
Wkss…menggelikan sekali mendengar Lee mengucapkan Yeoboku.
“Iie..Sou
jya arimasen. Apa Saikou memang selalu bersikap seperti itu sebelumnya?”
“…Ah.
Jadi kau menanyakan keadaannya. Baiklah.. aku tahu pasti kau akan menanyakan
hal itu suatu saat nanti. Dan sekarang sudah saatnya aku memberi penjelasan padamu.”
Shinichi merasa tercengang. Ternyata Lee
mengetahui atau lebih tepatnya bisa membaca pikiran Shinichi. Baik. Shinichi akan
memasang telinga baik-baik untuk mendengar penjelasan sebenarnya dari Lee.
***
‘A treason would never be safe’
(Author)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar