Orang Sukses,
Orang Yang Mau Belajar
Otak manusia
membuat 35 ribu keputusan setiap harinya, dimulai dari bangun tidur sampai akan
tidur kembali kita memikirkan hal yang membuat kita harus mengambil keputusan
yang sesuai bahkan untuk hal yang terkecil sekalipun. Begitu pula untuk meraih
kesuksesan dalam berkarir dibutuhkan judgement
and decision skill yang baik agar tidak salah sasaran. Tipe-tipe
pengambilan keputusan tiap orang berbeda-beda, ada yang asal memutuskan tanpa
mempertimbangkan dampak, ada pula yang mempertimbangkan dampak namun cepat
dalam memutuskan, dan ada juga yang sangat mempertimbangkan dampak dan lama
mengambil keputusan.
Pada dasarnya, Judgement and decision making sangat
penting dalam setiap aspek kehidupan, maupun dalam karir, pendidikan, dan kehidupan
sehari-hari. Karena besar atau kecil setiap keputusan yang kita ambil akan selalu
berpengaruh terhadap masa depan kita. Sederhananya, awal mula seseorang bisa
berhasil yaitu ditentukan dari cara mereka mengambil keputusan dan
mempertimbangkan suatu pilihan. Banyak orang yang terburu-buru memutuskan
sesuatu dikarenakan mereka takut kehilangan peluang yang ada di depan mereka,
akibatnya mereka hanya bisa saling menuduh dan menyalahkan satu sama lain.
Sering kita temui orang-orang yang ingin semuanya serba instan tanpa mau
menghadapi prosesnya, apalagi mempelajarinya terutama dalam meraih kesuskesan,
padahal mungkin mereka masih belum tahu tujuan apa yang ingin diraih dalam
kesuksesan itu. Atau mungkin mereka memiliki kesalahpahaman terhadap konsep
sukses sehingga membuat mereka terlalu cepat tergiur dan terpengaruh oleh
keadaan yang sedang mendesak seperti krisis ekonomi misalnya.
Kenapa seorang
pemimpin begitu dicintai dan mempunyai ketabahan dan kekuatan hati untuk
melakukan apapun yang tidak dilakukan orang lain, dan kenapa ada orang yang
cepat dilupakan bahkan ketika ia ada dan masih melakukan pekerjaannya.
Sebenarnya, kunci agar bisa menjadi sukses yaitu orang yang mau belajar, serta di
setiap keadaan apapun selalu berusaha menjadi pendengar yang baik bukan orang
yang egois yang selalu mengkritik namun enggan di kritik, karena sejatinya
orang yang berhasil adalah orang yang mau mendengarkan, selalu belajar dari apa
yang telah dialami, dan tahu tentang ketidaktahuan yang harus dijadikan cara
untuk mencari tahu. Tidak jarang pula orang yang baru belajar menjadi tahu
seolah-olah seperti orang yang sudah paham dan mengerti lalu tiba-tiba berubah
menjadi guru yang sok tahu tapi tidak ingin diberi tahu tentang
ketidaktahuannya.
Kita terkadang
terlalu meremehkan orang yang berada di sekitar kita padahal orang-orang yang
berada di lingkungan sekitar baik intern maupun ekstern juga berpengaruh
terhadap judgement and decision making skill. Seperti halnya Najwa Shihab, seorang jurnalis
terkenal yang sukses dalam karirnya yang mana ia sudah 17 tahun bergelut dalam
bidang jurnalistik tidak memungkiri bahwa orang-orang yang ditemuinya membawa
dampak besar baginya. Ia sadar bahwa profesinya itu membawa banyak manfaat
sekaligus pelajaran terutama tentang pengambilan keputusan yang baik di setiap
situasi yang sedang ia hadapi karena beda orang beda pula pelajaran yang
didapat sehingga hal tersebut membuat dirinya bertanya-tanya apa yang
menjadikan mereka (pejabat atau penjahat) berhasil dalam menuntaskan misinya. Intinya
setiap orang saling berkaitan dan mempengaruhi, hanya saja orang lain berperan
sebagai landasan pendukung dan diri sendiri tetap menjadi tolak ukur utama dalam
penentuan pengambilan keputusan.
Orang yang
berhasil adalah orang yang selalu mencari common
threat, memiliki toleransi yang tinggi, dan berusaha mencari persamaan di
tengah perbedaan apalagi dalam dunia yang semakin sensitif dimana perbedaan
sedikit saja bisa dengan mudah membuat orang cepat terpengaruh dan marah terutama
dalam dunia politik. Dunia yang sudah sensitif ini justru membutuhkan orang-orang
yang bukan hanya mau belajar menerima perbedaan namun juga belajar menjadi
orang yang toleran, saling menghargai satu sama lain dimanapun. Karena pemimpin
yang dicintai adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membuat dan
menggerakkan orang lain untuk mengikuti visi misinya dengan toleransi yang
tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar