Minggu, 01 Desember 2019

JUDGEMENT AND DECISION MAKING (Orang Sukses, Orang Yang Mau Belajar - NAJWA SHIHAB)


Orang Sukses, Orang Yang Mau Belajar
Otak manusia membuat 35 ribu keputusan setiap harinya, dimulai dari bangun tidur sampai akan tidur kembali kita memikirkan hal yang membuat kita harus mengambil keputusan yang sesuai bahkan untuk hal yang terkecil sekalipun. Begitu pula untuk meraih kesuksesan dalam berkarir dibutuhkan judgement and decision skill yang baik agar tidak salah sasaran. Tipe-tipe pengambilan keputusan tiap orang berbeda-beda, ada yang asal memutuskan tanpa mempertimbangkan dampak, ada pula yang mempertimbangkan dampak namun cepat dalam memutuskan, dan ada juga yang sangat mempertimbangkan dampak dan lama mengambil keputusan.
Pada dasarnya, Judgement and decision making sangat penting dalam setiap aspek kehidupan, maupun dalam karir, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari. Karena besar atau kecil setiap keputusan yang kita ambil akan selalu berpengaruh terhadap masa depan kita. Sederhananya, awal mula seseorang bisa berhasil yaitu ditentukan dari cara mereka mengambil keputusan dan mempertimbangkan suatu pilihan. Banyak orang yang terburu-buru memutuskan sesuatu dikarenakan mereka takut kehilangan peluang yang ada di depan mereka, akibatnya mereka hanya bisa saling menuduh dan menyalahkan satu sama lain. Sering kita temui orang-orang yang ingin semuanya serba instan tanpa mau menghadapi prosesnya, apalagi mempelajarinya terutama dalam meraih kesuskesan, padahal mungkin mereka masih belum tahu tujuan apa yang ingin diraih dalam kesuksesan itu. Atau mungkin mereka memiliki kesalahpahaman terhadap konsep sukses sehingga membuat mereka terlalu cepat tergiur dan terpengaruh oleh keadaan yang sedang mendesak seperti krisis ekonomi misalnya.
Kenapa seorang pemimpin begitu dicintai dan mempunyai ketabahan dan kekuatan hati untuk melakukan apapun yang tidak dilakukan orang lain, dan kenapa ada orang yang cepat dilupakan bahkan ketika ia ada dan masih melakukan pekerjaannya. Sebenarnya, kunci agar bisa menjadi sukses yaitu orang yang mau belajar, serta di setiap keadaan apapun selalu berusaha menjadi pendengar yang baik bukan orang yang egois yang selalu mengkritik namun enggan di kritik, karena sejatinya orang yang berhasil adalah orang yang mau mendengarkan, selalu belajar dari apa yang telah dialami, dan tahu tentang ketidaktahuan yang harus dijadikan cara untuk mencari tahu. Tidak jarang pula orang yang baru belajar menjadi tahu seolah-olah seperti orang yang sudah paham dan mengerti lalu tiba-tiba berubah menjadi guru yang sok tahu tapi tidak ingin diberi tahu tentang ketidaktahuannya.
Kita terkadang terlalu meremehkan orang yang berada di sekitar kita padahal orang-orang yang berada di lingkungan sekitar baik intern maupun ekstern juga berpengaruh terhadap judgement and decision making skill. Seperti halnya Najwa Shihab, seorang jurnalis terkenal yang sukses dalam karirnya yang mana ia sudah 17 tahun bergelut dalam bidang jurnalistik tidak memungkiri bahwa orang-orang yang ditemuinya membawa dampak besar baginya. Ia sadar bahwa profesinya itu membawa banyak manfaat sekaligus pelajaran terutama tentang pengambilan keputusan yang baik di setiap situasi yang sedang ia hadapi karena beda orang beda pula pelajaran yang didapat sehingga hal tersebut membuat dirinya bertanya-tanya apa yang menjadikan mereka (pejabat atau penjahat) berhasil dalam menuntaskan misinya. Intinya setiap orang saling berkaitan dan mempengaruhi, hanya saja orang lain berperan sebagai landasan pendukung dan diri sendiri tetap menjadi tolak ukur utama dalam penentuan pengambilan keputusan.
Orang yang berhasil adalah orang yang selalu mencari common threat, memiliki toleransi yang tinggi, dan berusaha mencari persamaan di tengah perbedaan apalagi dalam dunia yang semakin sensitif dimana perbedaan sedikit saja bisa dengan mudah membuat orang cepat terpengaruh dan marah terutama dalam dunia politik. Dunia yang sudah sensitif ini justru membutuhkan orang-orang yang bukan hanya mau belajar menerima perbedaan namun juga belajar menjadi orang yang toleran, saling menghargai satu sama lain dimanapun. Karena pemimpin yang dicintai adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membuat dan menggerakkan orang lain untuk mengikuti visi misinya dengan toleransi yang tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JUDGEMENT AND DECISION MAKING (Preparing Your Biggest Decision) NAJWA SHIHAB

Preparing Your Biggest Decision Setiap orang berhak mengubah apapun keputusan mereka sekalipun orang lain men-stereotype perubahan yan...