Selasa, 03 Desember 2019

JUDGEMENT AND DECISION MAKING (Decision Making is not easy. It is an art) NAJWA SHIHAB


Decision Making is not easy. It is an art
Bila kita ingin memutuskan sesuatu yang penting kita akan membutuhkan waktu dan energi yang cukup untuk proses pengambilan keputusan. Jika harus memutuskan dalam sepersekian detik biasanya kita akan merasa ragu bahkan kita bisa jadi diam dan tidak membuat keputusan apa-apa, hal ini juga merupakan suatu keputusan, tidak melakukan apapun mengenai  isu tertentu juga merupakan suatu keputusan. Apapun yang kita jalani sudah berdasarkan keputusan yang kita buat.
Menjadi seorang wartawan adalah murni hasil dari keputusan Najwa yang memang suka dengan pekerjaan jurnalis. Menulis berita, mencari informasi, mendengar gosip, memverifikasi suatu masalah, semua pengalaman yang ia habiskan selama tiga bulan magang di stasiun televisi itu membuat Najwa yakin bahwa inilah yang ingin ia lakukan, sekalipun menjadi seorang reporter. Meskipun pekerjaannya bertolak belakang dengan apa yang ia pelajari dalam ilmu hukum ia tidak pernah merasa ilmu apapun yang ia dapatkan sia-sia.
Ketika Najwa mendapat tawaran beasiswa dari pemerintah Australia pada tahun 2008 untuk sekolah di Australia, ia bahkan tetap melanjutkan studi hukumnya disana dengan mengambil  jurusan LL.M (Legal Law Master), ia sama sekali tidak mengambil ilmu broadcasting atau komunikasi ataupun ilmu lainnya yang berhubungan dengan jurnalistik, justru ia mengambil ilmu hukum murni dimana ia diajak untuk mengasah logika, diajarkan bagaimana merumuskan suatu permasalahan dengan cepat serta tentang bagaimana cara bertanya dengan baik. Dari mulai ilmu yang standar seperti tentang perbedaan terpidana, terdakwa dan istilah-istilah hukum lainnya, ia dapatkan melalui ilmu hukum dan politik.
Selain itu, ia diajarkan tentang bagaimana membuat kesimpulan yang tepat, membedakan persoalan inti dan bukan persoalan inti yang mana ia gunakan sampai sekarang hingga dirinya meneruskan jenjang S2 pun tetap mengambil ilmu hukum dan politik. Meski ia bekerja dalam bidang jurnalistik, justru skill dan ilmu yang ia dapat menjadi pengacara sangat berguna sekali dalam pekerjaannya tersebut.
Profesi sebagai seorang wartawan membuat Najwa tertantang untuk mempelajari hal-hal baru, apalagi menjadi wartawan di Indonesia merupakan pekerjaan yang menggairahkan baginya karena selalu ada berita baru dengan berbagai macam peristiwa yang berbeda yang terus membuat orang berlomba-lomba untuk mengasah kreatifitas dalam menulis atau melaporkan informasi. Meskipun orang atau objeknya sama tapi peristiwanya beda maka hasilnya pun beda. Ada begitu banyak ragam kasus yang menarik untuk diulas, baru dari satu orang saja dengan angle yang berbeda-beda ia bisa belajar hal yang baru. Karena alasan tersebut lah Najwa sungguh menikmati dan mencintai pekerjaannya sebagai wartawan di Indonesia. Ditambah lagi dengan sumber informasi dan media yang begitu mudah dan murah untuk didapatkan sehingga membuat semua orang bisa untuk menjadi wartawan tanpa harus melulu mengandalkan 5W 1H. Kini, zaman memang sudah berubah 360 derajat, teknologi serba canggih, dan manusia pun semakin pintar. Dimana dunia berubah maka segala isinya pun berubah, jika kita tidak ikut berubah maka kita yang akan ditinggalkan oleh perubahan.
Mengambil keputusan terkadang membuat kita tidak nyaman, hal tersebut sudah semestinya menjadi konsekuensi dari keputusan kita. Ketika kita sadar akan konsekuensi dari keputusan besar atau pun kecil yang kita buat pemahaman yang ada dibalik proses pengambilan keputusan pun akan jadi semakin nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JUDGEMENT AND DECISION MAKING (Preparing Your Biggest Decision) NAJWA SHIHAB

Preparing Your Biggest Decision Setiap orang berhak mengubah apapun keputusan mereka sekalipun orang lain men-stereotype perubahan yan...