Decision Making is not easy. It is an art
Bila kita ingin
memutuskan sesuatu yang penting kita akan membutuhkan waktu dan energi yang
cukup untuk proses pengambilan keputusan. Jika harus memutuskan dalam
sepersekian detik biasanya kita akan merasa ragu bahkan kita bisa jadi diam dan
tidak membuat keputusan apa-apa, hal ini juga merupakan suatu keputusan, tidak
melakukan apapun mengenai isu tertentu
juga merupakan suatu keputusan. Apapun yang kita jalani sudah berdasarkan
keputusan yang kita buat.
Menjadi seorang
wartawan adalah murni hasil dari keputusan Najwa yang memang suka dengan
pekerjaan jurnalis. Menulis berita, mencari informasi, mendengar gosip,
memverifikasi suatu masalah, semua pengalaman yang ia habiskan selama tiga
bulan magang di stasiun televisi itu membuat Najwa yakin bahwa inilah yang
ingin ia lakukan, sekalipun menjadi seorang reporter. Meskipun pekerjaannya
bertolak belakang dengan apa yang ia pelajari dalam ilmu hukum ia tidak pernah
merasa ilmu apapun yang ia dapatkan sia-sia.
Ketika Najwa
mendapat tawaran beasiswa dari pemerintah Australia pada tahun 2008 untuk
sekolah di Australia, ia bahkan tetap melanjutkan studi hukumnya disana dengan
mengambil jurusan LL.M (Legal Law
Master), ia sama sekali tidak mengambil ilmu broadcasting atau komunikasi ataupun ilmu lainnya yang berhubungan
dengan jurnalistik, justru ia mengambil ilmu hukum murni dimana ia diajak untuk
mengasah logika, diajarkan bagaimana merumuskan suatu permasalahan dengan cepat
serta tentang bagaimana cara bertanya dengan baik. Dari mulai ilmu yang standar
seperti tentang perbedaan terpidana, terdakwa dan istilah-istilah hukum
lainnya, ia dapatkan melalui ilmu hukum dan politik.
Selain itu, ia diajarkan
tentang bagaimana membuat kesimpulan yang tepat, membedakan persoalan inti dan
bukan persoalan inti yang mana ia gunakan sampai sekarang hingga dirinya
meneruskan jenjang S2 pun tetap mengambil ilmu hukum dan politik. Meski ia
bekerja dalam bidang jurnalistik, justru skill
dan ilmu yang ia dapat menjadi pengacara sangat berguna sekali dalam
pekerjaannya tersebut.
Profesi sebagai
seorang wartawan membuat Najwa tertantang untuk mempelajari hal-hal baru,
apalagi menjadi wartawan di Indonesia merupakan pekerjaan yang menggairahkan baginya
karena selalu ada berita baru dengan berbagai macam peristiwa yang berbeda yang
terus membuat orang berlomba-lomba untuk mengasah kreatifitas dalam menulis
atau melaporkan informasi. Meskipun orang atau objeknya sama tapi peristiwanya
beda maka hasilnya pun beda. Ada begitu banyak ragam kasus yang menarik untuk
diulas, baru dari satu orang saja dengan angle
yang berbeda-beda ia bisa belajar hal yang baru. Karena alasan tersebut lah
Najwa sungguh menikmati dan mencintai pekerjaannya sebagai wartawan di
Indonesia. Ditambah lagi dengan sumber informasi dan media yang begitu mudah
dan murah untuk didapatkan sehingga membuat semua orang bisa untuk menjadi
wartawan tanpa harus melulu mengandalkan 5W 1H. Kini, zaman memang sudah
berubah 360 derajat, teknologi serba canggih, dan manusia pun semakin pintar.
Dimana dunia berubah maka segala isinya pun berubah, jika kita tidak ikut
berubah maka kita yang akan ditinggalkan oleh perubahan.
Mengambil
keputusan terkadang membuat kita tidak nyaman, hal tersebut sudah semestinya
menjadi konsekuensi dari keputusan kita. Ketika kita sadar akan konsekuensi
dari keputusan besar atau pun kecil yang kita buat pemahaman yang ada dibalik
proses pengambilan keputusan pun akan jadi semakin nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar