Senin, 02 Desember 2019

JUDGEMENT AND DECISION MAKING (Life is an Endless String of Decisions) NAJWA SHIHAB


Life is an Endless String of Decisions
Disadari atau tidak, apapun keputusan yang kita ambil selalu memberi dampak, baik negatif atau positif bagi kehidupan masing-masing. Berkat keputusan yang kita buatlah kita bisa menjadi diri kita seperti sekarang ini, wawasan kita menjadi bertambah, pola pikir berubah, bahkan judgement and decision making skill sangat berguna dalam dunia kerja dimana memungkinkan seseorang untuk naik jabatan.
Keputusan bukan berarti selalu berbentuk tindakan nyata atau action, memilih untuk bersikap masa bodoh dan tidak peduli itu pun merupakan suatu keputusan. Bahkan ketika kita tidak bilang apapun alias terdiam atau bilang “kita belum memutuskan apapun” juga merupakan suatu keputusan bahwa kita belum memutuskan suatu hal.
Kita ambil gambaran dari kisah seorang jurnalis terkenal yaitu Najwa Shihab. Najwa menikah pada usia yang terbilang muda yaitu 20 tahun. Keputusan menikah muda sangat ia pikirkan dengan hati-hati sehingga dirinya masih terus termotivasi dalam meniti karirnya menjadi seorang jurnalis. Ia berpikir bahwa jika ia tidak menikah muda ia tidak akan bisa melakukan hal yang bisa ia lakukan sekarang. Begitu pula dengan masalah profesinya yang mana ia memilih untuk beralih dari bidang hukum ke jurnalistik. Ketika memasuki tingkat akhir di universitas, Najwa ditraining untuk menjadi seorang pengacara yang bertugas membuat surat dakwaan, membuat replik & duplik untuk bertanya ke saksi di pengadilan yang memang sudah tertanam dalam jiwa Najwa, sehingga hal tersebut membuat dirinya merasa yakin bahwa perjuangannya selama empat tahun menjadi mahasiswa hukum akan membuatnya berhasil menjadi seorang pengacara, hakim atau jaksa kelak. Bahkan ia sudah melamar di salah satu lokum terbesar di Indonesia dan sudah diterima sebagai pegawai.
Namun, di tengah-tengah proses tersebut Najwa mendapat kesempatan untuk magang, lalu ia mencoba program magang tersebut di stasiun TV RCTI, bahkan dirinya sempat rela meninggalkan skripsi karena ingin bersungguh-sungguh melaksanakan program magang tersebut. Selama tiga bulan ia mencoba untuk menjadi seorang jurnalis televisi, dan siapa sangka karena pengalamannya tersebut ia mengubah keputusan dan rencana karirnya secara total dengan alasan ia jatuh cinta dengan profesi jurnalis.
Setelah program magang tersebut selesai lalu ia melamar di dua stasiun televisi yang berbeda yakni  RCTI dan Metro TV, alhasil ia diterima di kedua stasiun televisi tersebut. Hal tersebut tentunya menjadi suatu masalah bagi Najwa untuk menentukan pilihan yang tepat, apalagi dua-dua nya merupakan stasiun televisi ternama yang akan membuat siapapun bangga bekerja disana. Akhirnya ia memilih untuk bekerja di Metro TV dan berkarir hingga 17 tahun lamanya tanpa memutuskan untuk berpindah ke tempat lain. Menjadi seorang wartawan di Metro TV merupakan pengalaman pertamanya hingga membuat nama Najwa Shihab melambung hingga ke pelosok negeri.
Meski di satu sisi kita bisa menilai bahwa pilihan yang dibuat Najwa tepat sasaran, namun hal tersebut juga membuat dirinya khawatir akan keputusan yang dibuat justru akan merugikan dirinya, karena keputusan menikah muda dan beralih profesi merupakan keputusan besar yang berdampak pada masa yang akan datang. Berbagai proses yang ia jalani sangatlah tidak mudah disertai dengan perjalanan yang sangat panjang, sebab semua itu tentang menentukan pilihan hidup.
Pelajaran yang dapat diambil dari cerita Najwa adalah bahwa setiap orang tidak melulu mencari dan mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan apa yang telah mereka pelajari terlebih dahulu, karena pengalaman yang kita dapatkan setiap detik menjadi ilmu baru yang memberikan impact yang besar bagi siapapun, maka dari itu setiap pengalaman itu penting, sekecil atau sesingkat apapun bahkan sepahit-pahitnya pengalaman yang didapatkan dalam kehidupan, kita patut menghargainya.
Kita tidak bisa menentukan pilihan hanya dengan mendengar nasihat maupun saran atau melihat pengalaman orang lain, namun kita harus memiliki konsep yang menjadi acuan atau pedoman atas usaha yang akan kita lakukan, kita tidak akan pernah mengetahui arti dari sebuah hasil jika tidak pernah mencoba sekaligus mengalaminya karena akan selalu ada keputusan dibalik keputusan. Untuk itu, kita harus punya fakta dan bisa meluangkan waktu untuk benar-benar mempertimbangkan semua pilihan dengan cermat. Penilaian atau judgement yang baik bisa menerjemahkan informasi menjadi sebuah pengetahuan sehingga memungkinkan kita untuk menemukan pola dan bisa memprediski kejadian saat membuat keputusan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JUDGEMENT AND DECISION MAKING (Preparing Your Biggest Decision) NAJWA SHIHAB

Preparing Your Biggest Decision Setiap orang berhak mengubah apapun keputusan mereka sekalipun orang lain men-stereotype perubahan yan...