Life is an
Endless String of Decisions
Disadari atau
tidak, apapun keputusan yang kita ambil selalu memberi dampak, baik negatif atau
positif bagi kehidupan masing-masing. Berkat keputusan yang kita buatlah kita
bisa menjadi diri kita seperti sekarang ini, wawasan kita menjadi bertambah,
pola pikir berubah, bahkan judgement and
decision making skill sangat berguna dalam dunia kerja dimana memungkinkan
seseorang untuk naik jabatan.
Keputusan bukan
berarti selalu berbentuk tindakan nyata atau action, memilih untuk bersikap masa bodoh dan tidak peduli itu pun
merupakan suatu keputusan. Bahkan ketika kita tidak bilang apapun alias terdiam
atau bilang “kita belum memutuskan apapun” juga merupakan suatu keputusan bahwa
kita belum memutuskan suatu hal.
Kita ambil
gambaran dari kisah seorang jurnalis terkenal yaitu Najwa Shihab. Najwa menikah
pada usia yang terbilang muda yaitu 20 tahun. Keputusan menikah muda sangat ia
pikirkan dengan hati-hati sehingga dirinya masih terus termotivasi dalam meniti
karirnya menjadi seorang jurnalis. Ia berpikir bahwa jika ia tidak menikah muda
ia tidak akan bisa melakukan hal yang bisa ia lakukan sekarang. Begitu pula
dengan masalah profesinya yang mana ia memilih untuk beralih dari bidang hukum
ke jurnalistik. Ketika memasuki tingkat akhir di universitas, Najwa ditraining untuk menjadi seorang pengacara
yang bertugas membuat surat dakwaan, membuat replik & duplik untuk bertanya
ke saksi di pengadilan yang memang sudah tertanam dalam jiwa Najwa, sehingga
hal tersebut membuat dirinya merasa yakin bahwa perjuangannya selama empat
tahun menjadi mahasiswa hukum akan membuatnya berhasil menjadi seorang
pengacara, hakim atau jaksa kelak. Bahkan ia sudah melamar di salah satu lokum
terbesar di Indonesia dan sudah diterima sebagai pegawai.
Namun, di
tengah-tengah proses tersebut Najwa mendapat kesempatan untuk magang, lalu ia
mencoba program magang tersebut di stasiun TV RCTI, bahkan dirinya sempat rela
meninggalkan skripsi karena ingin bersungguh-sungguh melaksanakan program
magang tersebut. Selama tiga bulan ia mencoba untuk menjadi seorang jurnalis
televisi, dan siapa sangka karena pengalamannya tersebut ia mengubah keputusan
dan rencana karirnya secara total dengan alasan ia jatuh cinta dengan profesi
jurnalis.
Setelah program
magang tersebut selesai lalu ia melamar di dua stasiun televisi yang berbeda
yakni RCTI dan Metro TV, alhasil ia
diterima di kedua stasiun televisi tersebut. Hal tersebut tentunya menjadi
suatu masalah bagi Najwa untuk menentukan pilihan yang tepat, apalagi dua-dua
nya merupakan stasiun televisi ternama yang akan membuat siapapun bangga
bekerja disana. Akhirnya ia memilih untuk bekerja di Metro TV dan berkarir
hingga 17 tahun lamanya tanpa memutuskan untuk berpindah ke tempat lain. Menjadi
seorang wartawan di Metro TV merupakan pengalaman pertamanya hingga membuat
nama Najwa Shihab melambung hingga ke pelosok negeri.
Meski di satu
sisi kita bisa menilai bahwa pilihan yang dibuat Najwa tepat sasaran, namun hal
tersebut juga membuat dirinya khawatir akan keputusan yang dibuat justru akan
merugikan dirinya, karena keputusan menikah muda dan beralih profesi merupakan
keputusan besar yang berdampak pada masa yang akan datang. Berbagai proses yang
ia jalani sangatlah tidak mudah disertai dengan perjalanan yang sangat panjang,
sebab semua itu tentang menentukan pilihan hidup.
Pelajaran yang
dapat diambil dari cerita Najwa adalah bahwa setiap orang tidak melulu mencari
dan mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan apa yang telah mereka pelajari
terlebih dahulu, karena pengalaman yang kita dapatkan setiap detik menjadi ilmu
baru yang memberikan impact yang
besar bagi siapapun, maka dari itu setiap pengalaman itu penting, sekecil atau
sesingkat apapun bahkan sepahit-pahitnya pengalaman yang didapatkan dalam
kehidupan, kita patut menghargainya.
Kita tidak bisa
menentukan pilihan hanya dengan mendengar nasihat maupun saran atau melihat
pengalaman orang lain, namun kita harus memiliki konsep yang menjadi acuan atau
pedoman atas usaha yang akan kita lakukan, kita tidak akan pernah mengetahui
arti dari sebuah hasil jika tidak pernah mencoba sekaligus mengalaminya karena
akan selalu ada keputusan dibalik keputusan. Untuk itu, kita harus punya fakta
dan bisa meluangkan waktu untuk benar-benar mempertimbangkan semua pilihan
dengan cermat. Penilaian atau judgement
yang baik bisa menerjemahkan informasi menjadi sebuah pengetahuan sehingga
memungkinkan kita untuk menemukan pola dan bisa memprediski kejadian saat
membuat keputusan.