MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL BERSAMA AKTIVIS MUDA
Chairun Nisa
Indonesia memiliki begitu banyak ragam
suku dan budaya yang bahkan beberapa diantaranya hampir punah karena zaman yang
selalu berubah-ubah. Terlebih lagi karena adanya budaya asing yang masuk membawa
pengaruh besar serta ancaman bagi pelestarian budaya lokal. Oleh karena itu,
Indonesia membutuhkan kesadaran sekaligus kepedulian warga Negaranya akan
pentingnya melestarikan budaya masing-masing seperti yang dilakukan oleh Icha
atau Chairun Nisa sebagai seorang aktivis muda.
Sejak
kecil Icha sangat hobi menyanyi dan terus menggeluti hobinya itu hingga dirinya
benar-benar berbakat. Ia juga sudah dilatih menyanyi oleh Ayahnya sejak kecil.
Icha sering mengikuti lomba vokal dari mulai Sekolah Dasar hingga kuliah. Dimulai
dari lomba pupuh Sunda, mengikuti event-event vokal di SMP dan mengikuti les
vokal ketika SMA.
Berkat
bakatnya tersebut Icha mendapat berbagai penghargaan diantaranya Juara Harapan
1 Bahana Suara Pelajar se-kabupaten Kuningan, Juara 3 kompetisi lagu Bahasa
Inggris, Juara 1 Band Competition se-wilayah 3 Cirebon, dan Juara 3 Rampak
Sekar di ITB tingkat provinsi. Icha juga aktif mengikuti organisasi vokal di
kampus seperti UNIKU Choir dan Rineka Sunda UNIKU, alasannya yaitu ia ingin
memperdalam ilmu vokal dan belajar bernyanyi lebih baik lagi.
Kedua
organisasi tersebut cukup populer tertutama di daerah Kuningan sendiri sebab
Icha selaku anggota sering mngisi kegiatan di luar kampus bersama tim seperti
event partai dan Peresmian Bank di daerah Kuningan. Disamping itu, Icha merupakan
perintis organisasi Rineka Sunda yang mana saat ini sudah resmi dijadikan
sebagai UKM di kampusnya.
Awal mula Icha merintis organisasi
tersebut yaitu ketika ia bersama timnya tampil di Es Natalis PGSD yang ketiga
yang disaksikan langsung oleh Wakil Dekan 3 UNIKU yang mana sekarang sudah
menjadi rektor UNIKU. Penampilannya sangat diapresiasi sekali sehingga berhasil
dijadikan UKM di kampus, kemudian terbentuklah Kombisma (Komunitas Hobi Seni
Mahasiswa) yang sekarang adalah Rineka Sunda, dan Icha dipilih secara langsung
sebagai Ketua Sekbid Humas. Rineka Sunda aktif mengisi kegiatan di dalam dan
luar kampus serta upacara adat. Karena Icha dikenal aktif dan berbakat dalam
menyanyi, lagi-lagi ia dipercaya untuk menjadi salah satu sindennya bersama
satu teman lainnya.
Selama
merintis Rineka Sunda, Icha mengaku sering berbeda pendapat dengan anggota
lainnya apalagi saat menentukan konsep acara, ditambah lagi sulitnya menyatukan
tim yang pro dan kontra saat diajak berdiskusi atau rapat menyebabkan acara
jadi terhambat. Namun, disamping itu banyak dukungan yang berdatangan yang
membuat Icha dan tim berusaha kompak dan acara pun berjalan lancar.
Kita
bisa mengambil banyak pelajaran dari Icha bahwa setiap orang mempunyai bakat,
berhasil atau tidaknya tergantung dari seberapa banyak kita melatih dan fokus
pada kemampuan yang ada dalam diri kita, karena bakat tidak selalu hal yang
kita suka tapi hal yang tidak kita suka pun bisa menjadi bakat kita ke
depannya, ditambah lagi harus percaya diri dan mau ikut berbaur dalam organisasi
dan berbagi dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan minat yang sama. Hal
tersebut akan sangat membantu untuk membuat kita tetap fokus pada bakat apa
yang ingin kita tekuni.
Icha
membuat kita sadar agar kita harus bangga dengan budaya yang kita miliki dan
tetap melestarikan dan mencintai budaya Indonesia. Long life Indonesia!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar