Pada tanggal 29 Oktober 2018, EHI kedatangan tamu
spesial yang baru saja launching buku
ketiganya yang berjudul “Lepas Landas” yang mana buku tersebut dinobatkan
sebagai buku motivasi terbaik tahun ini yang ditulis oleh seorang penulis muda
asal Indonesia yang sekaligus berprofesi sebagai motivator, yaitu Frans Liu. Buku
yang bertemakan penerbangan ini dibuat guna mendorong seluruh pemuda-pemudi
Indonesia sebagai generasi penerus tidak hanya sadar tapi mau menggali potensi
dan mewujudkan impian mereka salah satunya melalui karya tulis. Dalam bincang inspiratif kali ini, topik
yang dibahas yaitu tentang kepenulisan yang didalamnya termasuk tips sekaligus
trik menulis ala Frans Liu. Buku-buku yang ditulis Frans bukan hanya tentang
penerbangan namun juga tentang pendidikan, dan stand up comedy.
Yang menjadi motivasi awal Frans memulai
karirnya sebagai penulis yaitu disamping ia senang bersosialisasi, ia juga
ingin melakukan kontribusi terhadap Indonesia melalui pembangunan potensi dan
kreativitas terhadap anak-anak bangsa utamanya anak-anak yang kurang bahkan
tidak mengenyam pendidikan sekalipun karena faktor finansial, maka dibuatlah
buku berjudul “Lepas Landas” yang mengandung segudang kisah inspiratif dan nilai
kehidupan yang bisa diambil serta diterapkan.
Frans mengatakan bahwa ia mendapat dukungan secara all out dari awal sampai launching dari Kapten Rurie Prananda
Soetjipto untuk bukunya tersebut, sekaligus mengucapkan rasa terima kasih nya
kepada para Kapten pilot yang ia ceritakan dalam buku “Lepas Landas”, salah
satunya adalah Kapten pilot Boedi Soehardi yang berhasil menerjang karir hingga
ke Australia yang merupakan salah satu orang yang berpengaruh terhadap dirinya.
Selama terjun di bidang kepenulisan, Frans
mengaku banyak penerbit yang menawarkan untuk menerbitkan buku-bukunya termasuk
buku ketiga ini, salah satunya yaitu penerbit Kompas Gramedia. Untuk menerbitkan sebuah buku apalagi oleh
penerbit yang memiliki standar yang tinggi tentunya tidak mudah, pasti banyak
kegagalan di awal yang akan dihadapi, masalah yang paling sering dialami adalah
naskah ditolak berkali-kali karena tidak sesuai standar. Menurut Frans cara
menyikapi kegagalan yang tepat bukanlah dengan depresi yang menghentikan kita untuk
berkarya, namun mengubah cara berpikir untuk menemukan solusi baru.
Frans mengatakan bahwa untuk menjadi
seorang penulis, hal yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan pembaca, untuk
apa dan untuk siapa karya yang kita tulis, selain itu yang paling penting
adalah nilai apa yang bisa diambil dari karya tulis yang kita buat, karena
kedua hal tersebut yang akan mempengaruhi kualitas karya kita. Ada beberapa
tips dan trik menulis yang menurut Frans harus diterapkan.
Menguji
kemampuan
Kita tidak akan tahu seberapa jauh kemampuan kita
jika tidak pernah mengujinya. Sebelum karya kita diajukan ke penerbit nasional,
lebih baik kita menguji kemampuan menulis kita dengan mengirim karya ke penerbit
indi atau penerbit yang masih pemula artinya belum terlalu terkenal layaknya
penerbit nasional, tentunya yang sesuai standar kita guna menghindari tekanan mental
yang bisa membuat khususnya pemula down
karena naskah ditolak sehingga tak jarang membuat orang menyerah melanjutkan
karyanya di tengah jalan.
Kenali diri kamu
dengan baik
Karya tulis membutuhkan karakter. Sebelum kita mulai
menulis kita harus ketahui dulu siapa diri kita, dan bagaimana jati diri kita
yang sesungguhnya, karena salah satu hal yang mendukung kualitas karya kita
adalah karakter diri sendiri fungsinya untuk menentukan kategori atau jenis
teks apa yang pantas kita tulis dan cocok dengan karakter kita.
Tulis ide
semampu kamu
Dalam menulis, Frans mengaku menghabiskan waktu 6-7
jam dalam sehari tergantung adanya ide yang muncul, namun untuk para pemula,
jangan teralu memaksakan diri juga untuk mentargetkan waktu diluar kemampuan
kita. Tulislah ide apapun yang muncul dengan mengukur seberapa jauh kemampuan
kita dalam menuangkan ide tersebut.
Mengatasi Writer
block
Ada kalanya dalam menulis kita pasti mengalami writer block dimana tidak ada ide yang
bisa diungkapkan lagi sehingga sering kali memaksakan diri untuk menumpahkan
ide yang dipaksakan muncul di benak kita, cara menyiasati hal tersebut sangat
sederhana, yaitu stop dan cari kegiatan
yang kita sukai untuk melepas penat.
Tingkatkan
pengetahuan dan kemampuan menulis
Faktor-faktor penyebab kegagalan yang kerap dialami
penulis pemula adalah kurangnya pengetahuan dan riset, jarang latihan menulis
dan mencari ide, kurang membaca karya orang lain. Dengan banyak membaca karya
orang lain akan sangat membantu untuk meningkatkan pengetahuan kita baik itu
gaya bahasa, karakter, maupun tentang rekomendasi setting yang akan kita
gunakan.
Diusahakan ketika membaca karya orang lain jangan
langsung mengkritik letak kesalahannya, karena belum tentu kemampuan kita bisa
melebihi mereka, cobalah untuk selalu menggali pelajaran dari hal apapun yang
dilihat maupun dialami, sebab orang yang cerdas adalah orang yang mau belajar
dari kesalahan orang lain.
Intinya, siapapun kita di dunia ini harus percaya
pada potensi yang dimiliki karena akar masalah ada pada diri kita
masing-masing. Semua orang punya mimpi yang bisa mereka raih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar