Rabu, 27 November 2019

Bincang Inspiratif Bersama Motivator Muda—Frans Liu


Pada tanggal 29 Oktober 2018, EHI kedatangan tamu spesial yang baru saja launching buku ketiganya yang berjudul “Lepas Landas” yang mana buku tersebut dinobatkan sebagai buku motivasi terbaik tahun ini yang ditulis oleh seorang penulis muda asal Indonesia yang sekaligus berprofesi sebagai motivator, yaitu Frans Liu. Buku yang bertemakan penerbangan ini dibuat guna mendorong seluruh pemuda-pemudi Indonesia sebagai generasi penerus tidak hanya sadar tapi mau menggali potensi dan mewujudkan impian mereka salah satunya melalui karya tulis. Dalam bincang inspiratif kali ini, topik yang dibahas yaitu tentang kepenulisan yang didalamnya termasuk tips sekaligus trik menulis ala Frans Liu. Buku-buku yang ditulis Frans bukan hanya tentang penerbangan namun juga tentang pendidikan, dan stand up comedy. 
Yang menjadi motivasi awal Frans memulai karirnya sebagai penulis yaitu disamping ia senang bersosialisasi, ia juga ingin melakukan kontribusi terhadap Indonesia melalui pembangunan potensi dan kreativitas terhadap anak-anak bangsa utamanya anak-anak yang kurang bahkan tidak mengenyam pendidikan sekalipun karena faktor finansial, maka dibuatlah buku berjudul “Lepas Landas” yang mengandung segudang kisah inspiratif dan nilai kehidupan yang bisa diambil serta diterapkan.
Frans mengatakan bahwa ia mendapat dukungan secara all out dari awal sampai launching dari Kapten Rurie Prananda Soetjipto untuk bukunya tersebut, sekaligus mengucapkan rasa terima kasih nya kepada para Kapten pilot yang ia ceritakan dalam buku “Lepas Landas”, salah satunya adalah Kapten pilot Boedi Soehardi yang berhasil menerjang karir hingga ke Australia yang merupakan salah satu orang yang berpengaruh terhadap dirinya.
Selama terjun di bidang kepenulisan, Frans mengaku banyak penerbit yang menawarkan untuk menerbitkan buku-bukunya termasuk buku ketiga ini, salah satunya yaitu penerbit Kompas Gramedia.  Untuk menerbitkan sebuah buku apalagi oleh penerbit yang memiliki standar yang tinggi tentunya tidak mudah, pasti banyak kegagalan di awal yang akan dihadapi, masalah yang paling sering dialami adalah naskah ditolak berkali-kali karena tidak sesuai standar. Menurut Frans cara menyikapi kegagalan yang tepat bukanlah dengan depresi yang menghentikan kita untuk berkarya, namun mengubah cara berpikir untuk menemukan solusi baru.

Frans mengatakan bahwa untuk menjadi seorang penulis, hal yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan pembaca, untuk apa dan untuk siapa karya yang kita tulis, selain itu yang paling penting adalah nilai apa yang bisa diambil dari karya tulis yang kita buat, karena kedua hal tersebut yang akan mempengaruhi kualitas karya kita. Ada beberapa tips dan trik menulis yang menurut Frans harus diterapkan.

Menguji kemampuan
Kita tidak akan tahu seberapa jauh kemampuan kita jika tidak pernah mengujinya. Sebelum karya kita diajukan ke penerbit nasional, lebih baik kita menguji kemampuan menulis kita dengan mengirim karya ke penerbit indi atau penerbit yang masih pemula artinya belum terlalu terkenal layaknya penerbit nasional, tentunya yang sesuai standar kita guna menghindari tekanan mental yang bisa membuat khususnya pemula down karena naskah ditolak sehingga tak jarang membuat orang menyerah melanjutkan karyanya di tengah jalan.

Kenali diri kamu dengan baik
Karya tulis membutuhkan karakter. Sebelum kita mulai menulis kita harus ketahui dulu siapa diri kita, dan bagaimana jati diri kita yang sesungguhnya, karena salah satu hal yang mendukung kualitas karya kita adalah karakter diri sendiri fungsinya untuk menentukan kategori atau jenis teks apa yang pantas kita tulis dan cocok dengan karakter kita.

Tulis ide semampu kamu
Dalam menulis, Frans mengaku menghabiskan waktu 6-7 jam dalam sehari tergantung adanya ide yang muncul, namun untuk para pemula, jangan teralu memaksakan diri juga untuk mentargetkan waktu diluar kemampuan kita. Tulislah ide apapun yang muncul dengan mengukur seberapa jauh kemampuan kita dalam menuangkan ide tersebut.

Mengatasi Writer block
Ada kalanya dalam menulis kita pasti mengalami writer block dimana tidak ada ide yang bisa diungkapkan lagi sehingga sering kali memaksakan diri untuk menumpahkan ide yang dipaksakan muncul di benak kita, cara menyiasati hal tersebut sangat sederhana, yaitu stop dan cari kegiatan yang kita sukai untuk melepas penat.

Tingkatkan pengetahuan dan kemampuan menulis
Faktor-faktor penyebab kegagalan yang kerap dialami penulis pemula adalah kurangnya pengetahuan dan riset, jarang latihan menulis dan mencari ide, kurang membaca karya orang lain. Dengan banyak membaca karya orang lain akan sangat membantu untuk meningkatkan pengetahuan kita baik itu gaya bahasa, karakter, maupun tentang rekomendasi setting yang akan kita gunakan.
Diusahakan ketika membaca karya orang lain jangan langsung mengkritik letak kesalahannya, karena belum tentu kemampuan kita bisa melebihi mereka, cobalah untuk selalu menggali pelajaran dari hal apapun yang dilihat maupun dialami, sebab orang yang cerdas adalah orang yang mau belajar dari kesalahan orang lain.

Intinya, siapapun kita di dunia ini harus percaya pada potensi yang dimiliki karena akar masalah ada pada diri kita masing-masing. Semua orang punya mimpi yang bisa mereka raih. 

“Bangunlah dari mimpi besar, kejar dan kerjakan agar menjadi realita. Jagalah hati dalam perjuangan agar selalu mendatangkan kebaikan untuk kebaikan.” – Frans Liu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JUDGEMENT AND DECISION MAKING (Preparing Your Biggest Decision) NAJWA SHIHAB

Preparing Your Biggest Decision Setiap orang berhak mengubah apapun keputusan mereka sekalipun orang lain men-stereotype perubahan yan...