Jumat, 29 November 2019

RESENSI BUKU "LEPAS LANDAS"


Lepas Landas
“Mengarungi Hidup Menemukan Keajaiban”


Judul buku                    : Lepas Landas
Penulis                          : Frans Liu
Penerbit                         : PT Elex Media Komputindo
Cetakan / tahun terbit   : II / 2018
Jumlah halaman            : 138 halaman
            Lepas Landas adalah cerita orang-orang yang jatuh bangun dalam hidup untuk mengejar mimpi yang diidamkan masa depannya, walau harus berjalan tertatih-tatih sebelum mampu berdiri tegak dalam pencapaiannya. Dan mereka adalah orang yang menantang balik kesulitan, yang berhasil dikalahkan dengan usaha keras, disiplin, kegigihan, dan doa yang konsisten.
            Dalam cerita ini terdapat kisah tentang 5 pilot berikut tentang perjuangan, pengorbanan, hingga penghargaan yang mereka raih yang tidak lain yaitu sebagai kontribusi untuk Indonesia. Menjabat sebagai pilot tentunya menjadi hal yang dianggap spesial dari sekian profesi yang ada di dunia. Namun, profesi pilot juga kerap mendapatkan stigma negatif lantaran kehidupan hedonis. Hal tersebut rupanya mengesampingkan sisi lain kehidupan pilot yang tidak diketahui banyak orang, terutama sisi perjuangannya sebagai seorang pilot.
Buku ini bisa mengajarkan kemanusiaan yang sesungguhnya melalui kisah Kapten Budi Soehardi.Ia merupakan bapak yang penuh kasih yang berdedikasi untuk kemanusiaan dan juga seorang Kapten pilot yang mendunia leat prestasi. Dalam kisahnya ia membangun rumah asuh Roslin bersama sang istri untuk warga Atambua, Timor Timur. Selain itu ia juga menyekolahkan anak-anak asuh tersebut hingga ke jenjang perguruan tinggi. Berkat jiwa kemanusiaannya, dirinya mendapat berbagai penghargaan spesial yang bisa memotivasi diri.
Kisah inspiratif berikutnya yaitu dari Kapten Pilot Rurie Prananda Sutjipto tentang perjuangan meraih mimpi menjadi seorang pilot, dimulai dari sekolah penerbangan yang bergaya militer dengan peraturannya yang ketat didikan TNI AL hingga dirinya benar-benar menyandang status sebagai pilot. Berbagai hal mengerikan serta kegagalan yang dilalua selama perjalanannya mengikuti ujian penerbangan memberikan banyak pelajaran untuk Kapten Rurie yang bisa dibagikan kepada yang lain. Ia berkali-kali mengalami jatuh bangun, namun karena kegigihannya dalam membangun kembali semangat dan ambisinya ia bisa menjadi Kapten Pilot yang handal serta menitik karir hingga ke luar negeri.
Kita bisa menemukan semangat kerja keras sesungguhnya dari kisah Kapten Pilot Hifni Andy Assegaf atau yang sering disapa Kapten Andy atau nama julukannya yaitu Macan Tidar. Ia rela menggeluti profesi apapun demi menghasilkan sejumlah uang untuk biaya kuliahnya di AS hingga ia berhasil berkarir di California. Ia sempat ditahan di kepolisian AS dan nyaris dideportasi karena masa visa kerja yang ia miliki telah habis. Sampai iapun akhirnya bisa bebas berkat usaha yang telah dilakukannya tanpa pandang bulu.
Pengalaman Kapten Pilot Ariawan Arie Putra atau Kapten Panda juga tidak kalah penting. Dirinya tidak hanya sekali mengalami titik jenuh dalam hidup dan mengakibatkan ia menggantungkan lisensi pilot yang dimilikinya selama 13 tahun. Hidupnya digandrungi berbagai kebingungan akan pilihan hidup dan masalah karir. Impiannya menjadi seorang pilot hampir kandas, namun Kapten Arie terus berlari untuk mengejar ketertinggalan dan akhirnya ia mampu menjadi pilot.
Satu lagi kisah seorang pilot millennial yaitu Ilkka Marchiana Utari. Ia  merupakan sosok pilot wanita yang menginspirasi. Ia tak pernah berhenti berjuang untuk menjadi pilot dan melebarkan sayapnya dalam perjalanan karir. Ia bisa menjadi contoh nyata emansipasi yang memotivasi para wanita yang dianggap lemah dan tak berdaya, ia merupakan sebuah bukti bahwa kesetaraan itu penting apalagi di zaman post-modern seperti saat ini.
Kelebihan
Buku ini sangat direkomendasikan untuk semua kalangan, terutama para jiwa muda yang merasa sulit menemukan cara untuk bangkit dari kegagalan dan menentukan pilihan hidup, karena banyak sekali pelajaran hidup yang bisa didapatkan dari kisah 5 Kapten pilot tersebut.
Kekurangan
Belum ditemukan kekurangan yang sepesifik dalam buku ini.


Kamis, 28 November 2019

MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL BERSAMA AKTIVIS MUDA


MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL BERSAMA AKTIVIS MUDA
Chairun Nisa
Indonesia memiliki begitu banyak ragam suku dan budaya yang bahkan beberapa diantaranya hampir punah karena zaman yang selalu berubah-ubah. Terlebih lagi karena adanya budaya asing yang masuk membawa pengaruh besar serta ancaman bagi pelestarian budaya lokal. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan kesadaran sekaligus kepedulian warga Negaranya akan pentingnya melestarikan budaya masing-masing seperti yang dilakukan oleh Icha atau Chairun Nisa sebagai seorang aktivis muda.
           
Nisa atau yang akrab disapa Icha merupakan salah satu contoh generasi muda yang sangat peduli terhadap pelestarian dan kearifan budaya lokal yaitu budaya Sunda. Meski Icha bukan kelahiran Sunda namun ia menyalurkan bakat menyanyinya pada lagu-lagu daerah Sunda. Icha lahir di Koba, Bangka dan besar di Kota Kuningan Jawa Barat. Ia baru saja menyelesaikan program S1 nya di Universitas Kuningan Jawa Barat jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
            Sejak kecil Icha sangat hobi menyanyi dan terus menggeluti hobinya itu hingga dirinya benar-benar berbakat. Ia juga sudah dilatih menyanyi oleh Ayahnya sejak kecil. Icha sering mengikuti lomba vokal dari mulai Sekolah Dasar hingga kuliah. Dimulai dari lomba pupuh Sunda, mengikuti event-event vokal di SMP dan mengikuti les vokal ketika SMA.
            Berkat bakatnya tersebut Icha mendapat berbagai penghargaan diantaranya Juara Harapan 1 Bahana Suara Pelajar se-kabupaten Kuningan, Juara 3 kompetisi lagu Bahasa Inggris, Juara 1 Band Competition se-wilayah 3 Cirebon, dan Juara 3 Rampak Sekar di ITB tingkat provinsi. Icha juga aktif mengikuti organisasi vokal di kampus seperti UNIKU Choir dan Rineka Sunda UNIKU, alasannya yaitu ia ingin memperdalam ilmu vokal dan belajar bernyanyi lebih baik lagi.
            Kedua organisasi tersebut cukup populer tertutama di daerah Kuningan sendiri sebab Icha selaku anggota sering mngisi kegiatan di luar kampus bersama tim seperti event partai dan Peresmian Bank di daerah Kuningan. Disamping itu, Icha merupakan perintis organisasi Rineka Sunda yang mana saat ini sudah resmi dijadikan sebagai UKM di kampusnya.
           
Awal mula Icha merintis organisasi tersebut yaitu ketika ia bersama timnya tampil di Es Natalis PGSD yang ketiga yang disaksikan langsung oleh Wakil Dekan 3 UNIKU yang mana sekarang sudah menjadi rektor UNIKU. Penampilannya sangat diapresiasi sekali sehingga berhasil dijadikan UKM di kampus, kemudian terbentuklah Kombisma (Komunitas Hobi Seni Mahasiswa) yang sekarang adalah Rineka Sunda, dan Icha dipilih secara langsung sebagai Ketua Sekbid Humas. Rineka Sunda aktif mengisi kegiatan di dalam dan luar kampus serta upacara adat. Karena Icha dikenal aktif dan berbakat dalam menyanyi, lagi-lagi ia dipercaya untuk menjadi salah satu sindennya bersama satu teman lainnya.
            
 Selama merintis Rineka Sunda, Icha mengaku sering berbeda pendapat dengan anggota lainnya apalagi saat menentukan konsep acara, ditambah lagi sulitnya menyatukan tim yang pro dan kontra saat diajak berdiskusi atau rapat menyebabkan acara jadi terhambat. Namun, disamping itu banyak dukungan yang berdatangan yang membuat Icha dan tim berusaha kompak dan acara pun berjalan lancar.
            



 Kita bisa mengambil banyak pelajaran dari Icha bahwa setiap orang mempunyai bakat, berhasil atau tidaknya tergantung dari seberapa banyak kita melatih dan fokus pada kemampuan yang ada dalam diri kita, karena bakat tidak selalu hal yang kita suka tapi hal yang tidak kita suka pun bisa menjadi bakat kita ke depannya, ditambah lagi harus percaya diri dan mau ikut berbaur dalam organisasi dan berbagi dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan minat yang sama. Hal tersebut akan sangat membantu untuk membuat kita tetap fokus pada bakat apa yang ingin kita tekuni.
            
 Icha membuat kita sadar agar kita harus bangga dengan budaya yang kita miliki dan tetap melestarikan dan mencintai budaya Indonesia. Long life Indonesia!
           

Rabu, 27 November 2019

Bincang Inspiratif Bersama Motivator Muda—Frans Liu


Pada tanggal 29 Oktober 2018, EHI kedatangan tamu spesial yang baru saja launching buku ketiganya yang berjudul “Lepas Landas” yang mana buku tersebut dinobatkan sebagai buku motivasi terbaik tahun ini yang ditulis oleh seorang penulis muda asal Indonesia yang sekaligus berprofesi sebagai motivator, yaitu Frans Liu. Buku yang bertemakan penerbangan ini dibuat guna mendorong seluruh pemuda-pemudi Indonesia sebagai generasi penerus tidak hanya sadar tapi mau menggali potensi dan mewujudkan impian mereka salah satunya melalui karya tulis. Dalam bincang inspiratif kali ini, topik yang dibahas yaitu tentang kepenulisan yang didalamnya termasuk tips sekaligus trik menulis ala Frans Liu. Buku-buku yang ditulis Frans bukan hanya tentang penerbangan namun juga tentang pendidikan, dan stand up comedy. 
Yang menjadi motivasi awal Frans memulai karirnya sebagai penulis yaitu disamping ia senang bersosialisasi, ia juga ingin melakukan kontribusi terhadap Indonesia melalui pembangunan potensi dan kreativitas terhadap anak-anak bangsa utamanya anak-anak yang kurang bahkan tidak mengenyam pendidikan sekalipun karena faktor finansial, maka dibuatlah buku berjudul “Lepas Landas” yang mengandung segudang kisah inspiratif dan nilai kehidupan yang bisa diambil serta diterapkan.
Frans mengatakan bahwa ia mendapat dukungan secara all out dari awal sampai launching dari Kapten Rurie Prananda Soetjipto untuk bukunya tersebut, sekaligus mengucapkan rasa terima kasih nya kepada para Kapten pilot yang ia ceritakan dalam buku “Lepas Landas”, salah satunya adalah Kapten pilot Boedi Soehardi yang berhasil menerjang karir hingga ke Australia yang merupakan salah satu orang yang berpengaruh terhadap dirinya.
Selama terjun di bidang kepenulisan, Frans mengaku banyak penerbit yang menawarkan untuk menerbitkan buku-bukunya termasuk buku ketiga ini, salah satunya yaitu penerbit Kompas Gramedia.  Untuk menerbitkan sebuah buku apalagi oleh penerbit yang memiliki standar yang tinggi tentunya tidak mudah, pasti banyak kegagalan di awal yang akan dihadapi, masalah yang paling sering dialami adalah naskah ditolak berkali-kali karena tidak sesuai standar. Menurut Frans cara menyikapi kegagalan yang tepat bukanlah dengan depresi yang menghentikan kita untuk berkarya, namun mengubah cara berpikir untuk menemukan solusi baru.

Frans mengatakan bahwa untuk menjadi seorang penulis, hal yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan pembaca, untuk apa dan untuk siapa karya yang kita tulis, selain itu yang paling penting adalah nilai apa yang bisa diambil dari karya tulis yang kita buat, karena kedua hal tersebut yang akan mempengaruhi kualitas karya kita. Ada beberapa tips dan trik menulis yang menurut Frans harus diterapkan.

Menguji kemampuan
Kita tidak akan tahu seberapa jauh kemampuan kita jika tidak pernah mengujinya. Sebelum karya kita diajukan ke penerbit nasional, lebih baik kita menguji kemampuan menulis kita dengan mengirim karya ke penerbit indi atau penerbit yang masih pemula artinya belum terlalu terkenal layaknya penerbit nasional, tentunya yang sesuai standar kita guna menghindari tekanan mental yang bisa membuat khususnya pemula down karena naskah ditolak sehingga tak jarang membuat orang menyerah melanjutkan karyanya di tengah jalan.

Kenali diri kamu dengan baik
Karya tulis membutuhkan karakter. Sebelum kita mulai menulis kita harus ketahui dulu siapa diri kita, dan bagaimana jati diri kita yang sesungguhnya, karena salah satu hal yang mendukung kualitas karya kita adalah karakter diri sendiri fungsinya untuk menentukan kategori atau jenis teks apa yang pantas kita tulis dan cocok dengan karakter kita.

Tulis ide semampu kamu
Dalam menulis, Frans mengaku menghabiskan waktu 6-7 jam dalam sehari tergantung adanya ide yang muncul, namun untuk para pemula, jangan teralu memaksakan diri juga untuk mentargetkan waktu diluar kemampuan kita. Tulislah ide apapun yang muncul dengan mengukur seberapa jauh kemampuan kita dalam menuangkan ide tersebut.

Mengatasi Writer block
Ada kalanya dalam menulis kita pasti mengalami writer block dimana tidak ada ide yang bisa diungkapkan lagi sehingga sering kali memaksakan diri untuk menumpahkan ide yang dipaksakan muncul di benak kita, cara menyiasati hal tersebut sangat sederhana, yaitu stop dan cari kegiatan yang kita sukai untuk melepas penat.

Tingkatkan pengetahuan dan kemampuan menulis
Faktor-faktor penyebab kegagalan yang kerap dialami penulis pemula adalah kurangnya pengetahuan dan riset, jarang latihan menulis dan mencari ide, kurang membaca karya orang lain. Dengan banyak membaca karya orang lain akan sangat membantu untuk meningkatkan pengetahuan kita baik itu gaya bahasa, karakter, maupun tentang rekomendasi setting yang akan kita gunakan.
Diusahakan ketika membaca karya orang lain jangan langsung mengkritik letak kesalahannya, karena belum tentu kemampuan kita bisa melebihi mereka, cobalah untuk selalu menggali pelajaran dari hal apapun yang dilihat maupun dialami, sebab orang yang cerdas adalah orang yang mau belajar dari kesalahan orang lain.

Intinya, siapapun kita di dunia ini harus percaya pada potensi yang dimiliki karena akar masalah ada pada diri kita masing-masing. Semua orang punya mimpi yang bisa mereka raih. 

“Bangunlah dari mimpi besar, kejar dan kerjakan agar menjadi realita. Jagalah hati dalam perjuangan agar selalu mendatangkan kebaikan untuk kebaikan.” – Frans Liu-

JUDGEMENT AND DECISION MAKING (Preparing Your Biggest Decision) NAJWA SHIHAB

Preparing Your Biggest Decision Setiap orang berhak mengubah apapun keputusan mereka sekalipun orang lain men-stereotype perubahan yan...